Temu Anggota Komunitas Pemuda Montong Berbagi Bentuk Kepenggurusan di Destinasi Wisata Api Abadi Maindu

Diposting pada

Bulan maret masih dalam musim penghujan tapi saat itu cuaca sangat panas tak menyurutkan niat para pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Pemudi Montong Berbagi (PMB) berangkat di kegiatan temu para anggota.  Karena belum saling mengenal di dunia nyata dan belum adanya kepengurusan semua teman – teman yang ada di group whattsapp sepakat diadakan acara kopdar (kopi darat) dengan di hadiri  berjumplah 20 anggota yang dapat bertatap muka secara langsung saling menyapa sambil berjabat tangan dapat menjadikan moment sangat spesial serta dalam hati bahagia sekali bisa berjumpa sahabat PMB pada hari minggu,25/03/2018.

Kegiatan Kopdar Pemuda Montong Berbagi (PMB) diselenggarakan di Api Abadi Maindu merupakan sebuah daerah yang sangat berpotensi menjadi tempat wisata alam andalan jika dikembangkan dan kelola dengan baik karena selain pemandangan di lokasi sangat bagus dengan di hiasi perbukitan dan hijaunya lahan pertanian diwilayah ini juga terdapat nyala api keluar dari tanah di tengah persawahan warga yang tidak pernah padam walaupun terkena air hujan. Dulunya tempat tersebut bekas pengeboran minyak yang di tinggalkan sampai sekarang ini lokasi sendiri tepatnya terletak di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Satu demi satu para sahabat PMB datang berkumpul di salah satu warung kopi full wifi dengan fasilitas karaoke yang di sediakan pemilik usaha. Sebelum acara di mulai sambil menunggu yang belum datang kami melakukan aktivitas bernyanyi berkaraoke bersama suasanapun semakin akrab penuh canda tawa para sahabat. Setelah dirasa sudah datang semua  acaranya pun di mulai dengan bacaan bismillah pertanda dibukanya pra acara oleh salah satu anggota yaitu, Bapak Miftahul Huda asal Desa Jetak, Montong. Dalam pertemuan kali ini pembahasan yang telah di sepakati adalah sebagai berikut perkenalan, pembahasan kegiatan selanjutnya, pembuatan kaos dan pembentukan kepengurusan. Suasana kekeluargaan begitu sangat terasa dan acara demi acara telah berjalan sehingga terbentuklah kepengurusan tahun 2018. Alhamdulillah, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kepengurusan PEMUDA MONTONG BERBAGI (PMB) bisa terbentuk. Setelah diadakannya yaitu, Temu Anggota atau rapat anggota yang dihadiri anggota, bukan semua sih, tapi sudah memenuhi forum untuk pembentukan pengurus pada hari Minggu, 25/3/2018 bertempat di Api Abadi Maindu.

Ketua               : 1. Tukul

                           2. Tosam.

Sekretaris        : 1. Darwan

                           2. Rosyadi.

Bendahara      : 1. Ghobi yanto

                           2.Toifur Rohman

Seksi- seksi

  1. Humas              : a.Miftahul Huda. b. Gigit Setiyo c.  Huda d. Arif e. Ahmad Ansori f. Supar g. Ansori
  2. Keorganisasian: a. Majid Ahmad b. Erlita c. Imam Khasanu d. Saldi e. Arif Mustofa f. Uun
  3. Pemberdayaan: Shokip niam, Yohanes, Warsono, Burhan ,Ani yusniezar, Dian Ratna, Wahyu utami, Erma, Siqom, Maratus sholikah, Reena Tyas, Nadian Eka.

Turut hadir waktu itu Ketua Karang Taruna Kecamatan Montong Bapak Miftahul Huda. Kami ucapakan beribu-ribu Terima kasih kepada semua teman – teman yang telah menyempatkan hadir dalam acara temu antar anggota. Harapanya kegiatan seperti ini tetap berlanjut agar tali silaturahmi tetap terjaga. sesuai misi kita peduli dan bermanfaat  untuk sesama serta moto kita sendiri adalah There Lived To Happiness Fellow ( Hiduplah Untuk Kebahagian Sesama) Komunitas Pemuda Montong Berbagi (PMB) bisa terbentuk karena rasa kepedulian teman – teman terhadap sesama yang membutuhkan sangat luar biasa salah satunya kegiatan yang pernah di lakukan PMB adalah melakukan Galang Dana selama 2 minggu lebih yang di mulai pada tanggal 27/2/2018 selesai tanggal 15/3/2018 dengan menggusung tema Gerakan 5000 Peduli Diana(alm) Ia adalah balita berusia 2 bulan pengidap penyakit Hidrosefalus putri pasangan suami istri Bapak Warsono dan Ibu Sugiyah beralamatkan Dusun Sambongan, Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, dengan di bentuk kordinator – kordinator per wilayah dan alhamdulillah walaupun baru pertama kali kami melakukan kegiatan di percaya oleh masyarakat hingga bisa mendapatkan titipan amanah dari para donatur sebesar Rp 11.033.000 rupiah yang di serahkan langsung tunai ke keluarga Ananda Diana(alm) dan di terima Bapak Warsono ayah dari balita tersebut.

Pemuda Pemudi Montong Berbagi
Penyerahan donasi untuk Ananda Diana (alm) oleh wakil ketua PMB Tosam

Semoga dengan terbentuknya kepengurusan Komunitas Pemuda Montong Berbagi (PMB)  pada tanggal 25 Maret 2018 tahun semakin lebih semangat lagi membantu, peduli terhadap sesama yang membutuhkan sehingga terus bisa  bermanfaat untuk masyarakat, tak kalah pentingnya untuk selalu menjaga kekompakan dan bagi sabahat yang mempunyai rejeki lebih bisa menyisihkan sebagian untuk saudara kita yang membutuhkan bersama melangkah dan diskusikan serta sharing bersama dapat dilakukan di forum. Bagi sahabat yang ingin bergabung di group whattsapp PMB silahkan join dengan cara menghubungi admin group nomer whattsapp 081222514873 atas nama Kangrey☀com. Mari kita semua  bersama-sama ciptakan budaya saling membatu, tolong menolong sesama mahkluk hidup ciptaan Allah swt.

Bagi yang penasaran keberadaan Api Abadi Maindu kurang lebih 30 kilometer dari pusat kota Tuban dengan melewati jalanan beraspal dan sekelilingnya hutan jati yang membentang luas sangat lebat. Suasana sekitar damai dan di tambah udaranya sejuk saat di musim penghujan sekarang ini. Dalamtengah-tengah  perjalanan di suguhkan pemandangan indahnya pohon Klampis yang berjejer pingir jalan dan di situlah tempat  pemuda/pemudi sekitar sering berkumpul hanya untuk sekedar bercanda ria bersama teman sebayanya. Namun, saya dan keponakan tetap melanjutkan perjalanan karena seperti itu sering saya lihat setiap lewat jalan ini. Belum tahu pasti sejak kapan tempat itu menjadi daya tarik para pemuda setempat.

Pohon klampis ini setiap pagi dan sore selalu ramai yang datang hanya untuk sekedar berfoto selfie atau menikmati panorama alam di jalan penghubung dusun lebak menuju desa maindu. Bahkan hal yang sama di lakukan orang tak sengaja melewati daerah tersebut juga tertarik melakukan aktivitas berfoto dengan latar belakang alam sekitarnya. Karena seringnya saya melewati  tempat ini  saya  tetap fokus ke tujuan awal yaitu ke sebuah tempat yang mana di situ terdapat Api keluar dalam tanah orang-orang menyebutnya Api Abadi maindu sesuai namanya api ini tidak padam walaupun di guyur hujan.

Tidak membutuhkan waktu lama sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kamipun sampai di Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dimana Api Abadi berada tepat di depan SMP Negeri 3 Montong 100 meter dari jalan raya  dan di tengah-tengah ladang milik warga setempat. Langsung saya turun dari motor mendekati api itu lalu mengambil gambarnya memakai aplikasi kamera di handphone untuk di abadikan.

Ngomong – ngomong sahabat pernah tidak ? Saat berpergian mengalami anyang-anyangan atau biasanya di sebut res – resen, kalau saya sendiri pernah dan pastinya sangat tidak menyenangkan pergi untuk menikmati indahnya alam pedesaan atau pergi ketempat wisata inginya mencari kegembiraan malah saat melakukan aktivitas buang air kecil agak sakit dan keluarnya sedikit sedikit. Tapi tenang coba saja ikat jempolan kaki dengan batang jerami insyallah sembuh soalnya ini pengalaman saya waktu kecil yang kudapatkan dari orang tua saya saat itu.

Api Abadi Maindu ini juga di manfaatkan oleh pemuda/pemudi sekitar di kala sore atau malam hari untuk membakar ubi-ubian dan jagung saat musimnya yang di bawanya dari rumah. tidak jarang juga pemuda luar desa juga datang ketempat ini. Selain Apinya dapat di buat untuk bakar-bakar makanan yang menjadi daya tarik lain para pemuda ini adalah alam sekitarnya juga sangat indah apalagi saat musim tanam warna hijau mendominasi dan penduduknya sekitarpun sangat ramah ketika ada pendatang berkunjung.

Tak jauh dari Api Abadi  terdapat gunung kapur (gunung berwarna putih) tidak aktif terlihat jelas berada di sisi sebelah selatan agak ketimur sedikit nampak berdiri megah menjulang tinggi sekali seperti benteng kerajaan begitu  sangat menakjubkan saat mata memandang. Di samping itu lokasi dekat dengan perkampungan sehingga nampak juga di kanan, kiri rumah-rumah penduduk sekitar  berjejer dengan rapi dengan beratapkan genteng yang pada umumnya di pakai rumah jaman sekarang.

Menurut cerita singkat yang beredar, dulunya Api Abadi Maindu merupakan bekas pengeboran minyak mentah  pada zaman dulu. Karena potensi minyaknya tidak cukup banyak maka pengambilan minyak di hentikan dan tidak jadi di dirikan kilang minyak didaerah tersebut. Hingga sekitarnya oleh warga dijadikan lahan pertanian berupa sawah  di tanami padi yang tumbuh dengan suburnya.

RuteApi Abadi Maindu dari wilayah utara.

Rute Api Abadi Maindu dari wilayah utara mulai dari kota Tuban menuju kebarat pasar Merakurak ada tugu lalu ke keselatan di kecamatan Montong sampai pangkalan ojek di kiri jalan yang ada pohon asamnya  bernama Nglayuti itu masuk ke Desa Talun lalu ke arah barat masuk Desa Jetak sampai menemukan bagunan bunderan setinggi 1 meter di tengah jalan ambil arah kiri lurus terus ikuti jalan jika menemukan jalan bercabang ambil arah kiri lurus saja jangan belok sampai ke SMP Negeri 3 Montong di kanan jalan, Nah Api Abadi Maindu berada di depan sekolah ini berjarak 100 meter kiri jalan.

Rute Api Abadi dari wilayah selatan.

Rute Api Abadi dari wilayah selatan mulai dari warung anjlok Singahan pergi menuju ke Kecamatan Montong sampai Polsek Montong ketimur 10 meter kanan jalan ada pertigaan masuk lurus ketimur sampai Masjid Desa Pakel belok kanan lanjut ikuti jalan melewati Desa Sumurgung sampai Sekolahan MA TBB Jetak belok kanan ikuti jalan jika menemukan jalan bercabang ambil arah kiri lurus saja jangan belok sampai ke SMP Negeri 3 Montong di kanan jalan, Nah Api Abadi Maindu berada di depan sekolah ini berjarak 100 meter kiri jalan.

Selain bisa menikmati panorama alam Api Abadi Maindu pengunjung juga bisa berwisata religi ke makam Raden Ahmad Ronggo Darmo (Mbah Ronggo Darmo) dan Dewi Sindu berada di Dusun Muser, Desa Maindu. Kalau dari Api Abadi Maindu kita balik ke jalan awal kita masuk menuju kebarat sampai melihat masjid di kanan jalan terus 10 meter ada pertigaan dan di situ ada petunjuk arah pilih kearah Klumpit lurus saja ikuti jalan kurang lebih 4 kilometer  sampai menemukan petunjuk arah ke makam tersebut nah kita ambil arah kiri masih masuk 1 kilometer lagi sudah sampai di makam Mbah Darmo. Saat dalam perjalanan saya di perlihatkan pemandangan alam nan indah di kanan  dan kiri jalan yang aku lalui yang sangat memanjakan mata memandang.

Akses menuju makam tersebut sepanjang perjalan sudah beraspal. Cuma, ketika akan sampai kelokasi ke arah makam jalanan kelihatanya pernah di aspal namun, ketika saya berkunjung pada hari Sabtu, 23/12/2017 jalanya sudah tidak bagus mulai dari titik  masuk yang ada papan petunjuk arah berjarak 1 kilometer, tapi masih bisa di lewati kendaraan roda dua dan roda empat. Saat itu saya sempat masuk, tak sampai ke makamnya di tengah perjalanan puter balik karena jalanya licin habis di guyur hujan.

Kedua makam ini  sering di datangi para peziarah dari berbagai wilayah dan setiap tahunya oleh warga di gelar acara pengajian umum dalam rangka untuk memperingati Haul Mbah Ronggo Darmo. Sebenarnya potensi alam maindu jika di kelola dengan baik bisa menjadi tempat wisata andalan yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Karena selain menikmati alamnya yang indah dan berudara sejuk pengunjung juga bisa berwisata religi ke makam Raden Ahmad Ronggo Darmo yang merupakan wali Allah penyiar agama islam kala itu atau ke makam Dewi Sindu.

Sekian ulasan mengenai pembentukan pengurus PMB di destinasi wisata Api Abadi Maindu. Jika anda berkunjung di Kota Tuban  tidak ada salahnya untuk menyempatkan mampir ke tempat ini untuk sekedar menikmati alam yang masih alami dan asri khas pedesaan, juga bisa berwisata religi dengan suasana keindahan pegunungan kapur yang di tawarkan. Pesan-pesan dari saya supaya untuk menjaga kebersihan di manapun anda berada dan jangan membuang sembarangan. bukan kah, kebersihan sebagian daripada iman, maka dari itu mari kita bersama-sama jaga alam kita tetap lestari. Terima kasih

3 thoughts on “Temu Anggota Komunitas Pemuda Montong Berbagi Bentuk Kepenggurusan di Destinasi Wisata Api Abadi Maindu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *