Suasana Saat Belajar Mengaji di TPQ NUURUSSHOBAH Talun, Montong, Tuban

Sejarah Berdirinya TPQ NUURUSSHOBAH di Talun, Montong, Tuban

Diposting pada

Bismillahirahmanirrahim. Niat adalah kunci utama seseorang mau memulai sebuah aktifitas, tentu sebelum aktifitas itu tegak, pasti ada peristiwa yang harus memaksa mempunyai lika-liku sebuah sejarah.

Gubuk kecil Nuurusshobah adalah 5 kali lima, dulunya adalah bangunan yang di manfaatkan untuk pertokoan oleh H. Imam Suri dan Hj. Siswati, setelah beliau berdua pindah di toko utara sebelah balai desa talun, kemudian toko ini di berikan kepada Anaknya Eni Muhasonah dan Ustad. Mahfuddin (menantu dari H. Imam dan Hj. Siswati).

Hari demi hari kemudian bangunan lima kali lima itu di berikan oleh H. Imam dan Hj Siswati kepada Anaknya yang bernama Eni Muhasonah beserta menantunya.

Baca Juga : Pentas Seni Santri TPQ Nuurusshobah Tampilkan Tarian Religi

Dari bangunan 5×5 yang masih kosong itu, kemudian di manfaatkan untuk berdagang oleh anak dan menantunya dari H. Imam, hari demi hari, bulan demi bulan, genap setahun lebih, toko itu dengan kehendak takdir tidak bisa berkembang.

Setelah toko itu tutup kemudian, sesepuh Talun pada waktu itu menyarankan agar bekas toko itu di jadikan Majlis Ta’lim atau tempat belajar dan mengajar Al qur’an.

Suasana kegiatan santri saat belajar mengaji di TPQ NUURUSSHOBAH Talun, Montong, Tuban

Lantas menantunya dari H. Imam (Ustad. Mahfudin Ilyas) beserta istri langsung setuju dan siap memanfaatkan bangunan itu agar menjadi bermanfaat, tentu manfaat dunia dan akhirat. Allahumma amiin.

Atas dorongan teman, sahabat, para tokoh agama, dan tokoh Desa Talun setempat Berdirilah TPQ NUURUSSHOBAH.

Nama sendiri dari NUURUSSHOBAH itu adalah pemberian dari KH. Fadhol Alhafidz dari (Rembang), sempat juga beliau berkeliling di bangunan lima kali lima tersebut.

NUUR adalah cahaya

SHOBAH adalah pagi.

NUURUSSHOBAH mempunyai cita-cita selain berdirinya TPQ, semoga menjadi central tahfidzul qur’an dan central ulumuddin.

Kalau Allah berkehendak apa yang tidak mungkin. Terus istiqomah agar NUURUSSHOBAH semakin berkah.

Dan sampai saat ini NUURUSSHOBAH sudah mempunyai santri kurang lebih 120 dan tenaga pengajar enam.

Dari bangunan lima kali lima tersebut memaksa NUURUSSHOBAH harus mempunyai gedung dengan daya Tampung yang layak.

Semoga Ada tentara Allah yang terpanggil hatinya untuk menolong agama Allah melewati ikut berfikir tentang keadaan NUURUSSHOBAH. Aamiin.

Ustadzah Eni Muhasonah mengatakan, Dari 120 santri ini dalam kegiatan belajar dibagi menjadi 5 kelas sampai 6. Tapi berhubung tempatnya beluk ada. Sehingga masih di kumpulkan menjadi satu digedung TPQ NUURUSSHOBAH yang berukuran 5×5 meter, tetap muat untuk santri segitu banyaknya,”ucapnya.

Beliau, menambahkan, untuk proses belajar-mengajar ngaji. Sebenarnya lebih baik kalau di bagi. Jadi ustadzahnya fokus kepada santrinya masing-masing. Tetapi apalah daya, dana belum ada untuk merehab gedung ini menjadi lebih besar,”ucap Ustadzah Eni.

Lanjut Ustadzah Eni Muhasonah, sebenarnya masih ada tanah sekitar 5 x 8 dibelakang rumah cita-cita tahun depan bisa merehab jadi gedung TPQ Nuurusshobah yang lebih besar dan berkelas semoga aja ada Rizki minhaitsu laa yah tasib. Sehingga cita-cita baik ini bisa terkabulkan amiin3x yaarobbal aalamiin,”tegasnya.

Penulis  : Ustadz Mahfudin Alhafidz
Sumber : Ustadzah Eni Muhasonah

Editor  : Kang Rey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *