Mas Jasminto asal Nambangan, Tuban. Petani sayur organik di Malang.

Pemuda Tampan Dari Tuban Sukses Jual Sayur Organik di Malang

Diposting pada

Pemuda Tuban ini sukses jual sayur organik di Malang. Berbekal keinginan kuat, pemuda ini nekat gantung ijazah, dan menggeluti profesi tani.

Pada umumnya, memang profesi tani semakin tidak diminati pemuda. Karena tidak ada kejelasan nasib. Apalagi pemuda yang sudah mendapat gelar sarjana, termasuk sarjana pertanian, tidak tertarik lagi untuk menggeluti profesi tani. Mereka lebih memilih profesi lain yang lebih jelas nasibnya. Jadi pegawai bank, karyawan swasta, PNS, dan lainnya.

Berbeda dengan pemuda Tuban yang satu ini. Pendidikan tinggi bukan penghalang baginya untuk menjadi petani. Malah menjadi support baginya untuk mengembangkan model pertanian yang lebih baik untuk kesehatan dan lingkungan. Sayur dibudidayakan tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Hanya menggunakan pupuk kotoran kelinci, sapi, kambing.

Pemuda tersebut bernama Jasmito. Asal Desa Penambangan, Kecamatan Semanding.

Pemuda jebolan SMA Negeri 1 Tuban tersebut pindah ke Malang mulai tahun 2008 untuk kuliah di salah satu Universitas Negeri di Malang. Setelah itu berkarir jadi guru beberapa tahun. Hingga 2016, mulai meninggalkan aktivitas jadi guru dan terjun dalam usaha jual sayur organik di Malang.

Salah satu sayur organik “Bayam Merah” yang di budidayakan Mas Jasminto.

Berbekal tekad dan ilmu tani dari kedua orang tua, pemuda yang akrab di panggil Mas Ito tersebut memulai budidaya sayuran organik dengan lahan dan modal seadanya.

Alasan utama pemuda tampan tersebut mau jadi petani adalah mirisnya melihat petani, termasuk orang tuanya, yang tidak begitu banyak mendapat perhatian pemerintah. Sering terjadi lonjakan harga drastis. Selain itu juga seperti tidak punya hak menentukan harga, karena harga tergantung apa kata pedagang.

Berbeda dengan sayur organik ini, harga selalu konstan, bahkan ada kecenderungan naik.

Beberapa kali mengalami kegagalan menjalankan usaha sayur organik. Mulai gagal panen, uang ditipu rekan usaha, kesulitan pemasaran, kehabisan modal. Rupanya, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Malah sebaliknya.

Yang unik lagi, penjualan sayur tidak seperti umumnya dijajakan dipinggir jalan ataupun di toko fisik, melainkan secara online melalui media sosial dan website. Cara pemasaran yang sudah modern mengikuti perkembangan teknologi.

Keuntungan menggunakan Toko Online menurut Mas Ito saat kami tanya adalah dari segi praktis dan ekonomis.

“Menggunakan media pemasaran digital, lebih menghemat biaya dan mudah dipantau dari mana saja, bahkan ketika tidur sekalipun, toko tetap buka”, ungkap Mas Ito.

Sayur sengaja dijual online sistem pre order (pesan dulu, baru dipanen), agar sayur selalu dalam kondisi fresh. Sehingga kandungan gizi tetap utuh.

Sayur yang dijual juga mirip di supermarket, dikemas dengan plastik dan diberi label merk.

Dia yang tampan dan berpendidikan tinggi saja mau jadi petani, kamu kapan?

One thought on “Pemuda Tampan Dari Tuban Sukses Jual Sayur Organik di Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *