Kisah Diana Balita Cantik Penderita Hidrosefalus Asal Montong

Diposting pada

Penyakit Hidrosefalus -Di gubuk kecilku hari Kamis, 22/2/2018 sekitar habis magrib pada waktu itu lagi duduk santai sambil nonton televisi di ruang depan. Tiba-tiba handphone berbunyi ada panggilan masuk dengan nomer yang belum ada nama di dalam daftar kontak. Setelah ucapan salam si penelepon lalu bercerita bahwa ada seorang balita yang menggidap penyakit hidrosefalus rumahnya di daerah sekitar utara makam bulak montong (salah satu pemakaman umum desa setempat) yang sanggat membutuhkan pengobatan di rumah sakit dan membutuhkan bantuan uluran tangan para dermawan.

Dalam suara telpon kita berdua  berkenalan lalu saya mengatakan akan mendatangi rumah tersebut dengan ucapan salam berakhirlah  perbincangan kami di sambungan telepon seluler. Besoknya sebelum pergi melihat kondisi secara langsung balita pengidap penyakit hidrosefalus lalu saya mengirim pesan singkat di aplikasi whatsapp ke salah satu perangkat desa yakni, Bapak Wantoyo bermaksud untuk menanyakan kebenarannya dan ternyata memang benar kalau ada warga bernama bapak Warsono mempunyai anak yang lagi sakit.

Penderita Hidrosefalus
Foto Ananda Diana ( 2 Bulan )

Setelah kordinasi sama pihak desa setempat. Selesai sholat Jumat saya pergi menuju tempat di mana balita itu tinggal, tidak butuh waktu lama saya tiba di kediaman bapak Warsono terlihat balita mungil dalam pangkuan seorang ibu dengan kondisi kepala sudah membesar dan balita kecil cantik itu bernama Diana (2 bulan). Menurut cerita ibundanya yaitu Sugiyah sejak dari kandungan anaknya kepalanya agak besar lahirannya secara caesar, waktu lahir sudah disarankan dokter untuk di rujuk ke RS. Dr. Soetomo Surabaya namun, dari keluarga terkendala biaya hingga akhirnya ananda Diana oleh keluarga di bawa pulang kerumah.

Lanjut cerita ibudanya Diana, saat kehadiran anak adalah ujian serta merupakan amanah dari Allah swt, bersama suami selalu berikhtiyar akan kesembuhan anaknya. Selama 2 bulan terakhir sejak kelahirannya Diana di rawat di rumah dengan mengandalkan pengobatan alternatif karena perkerjaan suami sebagai petani hanya cukup untuk kebutuhan sehari – hari maka tidak banyak yang bisa di lakukan dengan kondisi anaknya kepalanya setiap hari semakin membesar ia,  tak tega ingin sekali membawa anaknya kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, pada waktu itu belum sanggup  karena kondisi ekonomi yang pas-pasan,” kata Sugiyah.

Diana, adalah balita cantik berusia (2 bulan) terlahir dari keluarga kurang mampu hanya berbaring lemas di pangkuan ibunya sejak kelahiranya dengan kondisi memprihatinkan yang di vonis mengidap penyakit Hindrosepalus dan Diana merupakan anak ke 2 dari pasangan suami istri Warsono dan Sugiyah beralamatkan Dusun Sambongan Rt 012/Rw 002, Desa Montongsekar, Kacamatan Montong, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Waktu semakin sore sayapun berpamitan pulang. Sesampainya di rumah saya mendapatkan pesan singkat di whattsapp dari pak bayan Wantoyo untuk mempersilahkan mengabarkan info ada anak pengidap penyakit hidrosefalus di group whattsapp Karang Taruna (Katar) Kecamatan Montong lalu saya posting dengan keterangan yang ada alhamdulillah mendapatkan respon positif dari sahabat Katar, maupun dari ketua Karang Taruna Bapak Miftahul Huda sangat mendukung kegiatan sosial ini.

Sahabat Katar di dalam group whattsapp berdiskusi untuk melakukan langkah – langkah yang dapat meringankan beban keluarga supaya ananda Diana pengidap penyakit hidrosefalus bisa mendapatkan perawatan medis salah satunya membantu melanjutkan administrasi pembuatan kartu bpjs kis dalam kepengurusannya di lakukan oleh Bapak Wantoyo, sahabat Katar menghubungi Dinas Kesehatan kabupaten Tuban, Dinas Sosial Kabupaten Tuban dan pihak – pihak terkait.

Kemudian saya posting di media sosial facebook juga mendapatkan respon positif dari netizen ada yang mendoakan ada yang menginginkan pengalangan dana sehingga sabtu sore saya kembali mendatangi rumah mas Warsono bersama Bapak Wantoyo, Mbah supar, menanyakan kesiapan keluarga saat nantinya Ananda Diana di rujuk ke rumah sakit dan meminta berkas yang di perlukan dalam kepengurusan bpjs kis selain itu memberi dorongan semangat kepada keluarga agar tetap sabar dan berdoa selama dalam proses pengobatan anaknya bahwa banyak dukungan dari luar khusus nya masyarakat montong maupun dari pemerintah setempat untuk kesembuhan Ananda Diana. Karena besoknya minggu kantor pada libur hari senin pagi – pagi sekali Bapak Wantoyo berangkat ke kota Tuban mengurus bpjs kis.

Ketika Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban mendengar kabar ada seorang balita pengidap hidrosefalus senin 26/2/2018 pagi petugas dari pukesmas montong mendatangi rumah bapak Warsono melihat kondisi ananda Diana dan merencanakan di buatkan surat rujukan ke RSUD Dr Koesma Tuban sambil menunggu kartu bpjs jadi tidak berselang lama dua orang dari Program Keluarga Harapan (PKH) berkunjung kerumahnya Diana, dan di hari minggu, 25/2/2018 sekitar jam 12:00 wib sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama yang membutuhkan Juang Community bersama Polsek Kerek dan Polsek Montong  mengunjungi dan memberikan santunan kepada keluarga untuk tambahan biaya pengobatan Diana.

Foto sahabat Astro Kijan Juang Community bersama Polsek Kerek dan Polsek Montong saat berkunjung di rumah Ananda Diana.
Sumber Foto : Astro Kijan

Siangnya pada hari itu juga mendapatkan kabar bpjs kis sudah jadi segera dari sahabat Karang Taruna mengajak mas warsono ke pukesmas montong untuk meminta surat rujukan setelah itu dengan mengunakan mobil mas Dian salah satu sahabat Katar. Ananda Diana di rujuk ke rumah sakit yang ada di Tuban dengan saya dampingi dan sebelum berangkat ke RSUD Dr. Koesma Tuban, Bapak Camat Montong, Kapolsek Montong, Danramil, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kepala Desa Montongsekar mengunjungi Ananda Diana di rumahnya.

Di iringi hujan gerimis di sepanjang jalan yang kita lalui, sampai juga di RSUD Dr. Koesma Tuban  dan Ananda Diana mendapatkan penanganan dengan baik sehingga malam itu di rawat inap di ruang Melati 3 B. Keesokan harinya Selasa, 27/2/2018 keluarga di dampingi mas Dian anggota Katar Kec. Montong dan ibu Rea Naa pangilan akrabnya di Facebook kurang lebih jam 10:45 dari rumah sakit tersebut  Ananda Diana di rujuk ke RS Dr. Soetomo surabaya mengunakan mobil ambulan. Alhamdulillah dalam perjalanan ke surabaya lancar serta  kedatangan Ananda Diana di tunggu sahabat Katar pak Gigit dan mas Mustkim Ell dari Korda JamkesWatch Surabaya untuk dilakukan pendampingan sampai mendapatkan kamar. Kurang lebih Sekitar jam 22:00 Diana pengidap  Hidrosefalus mendapatkan kamar di ruang Gladiol lantai 2 no 1.

Sampai kabar ini di terbitkan pada hari Selasa, 6/3/2018 di blog pribadi saya. Ananda di Diana pengidap penyakit hidrosefalus masih dalam perawatan di RS Dr Soetomo Surabaya dan menurut kabar mas Warsono kondisi Diana saat ini Hb sudah normal tinggal menunggu kabar kapan akan di lakukan operasi oleh team dokter yang menangani Diana. Dari keluarga sangat mengharapkan kesembuhan Ananda Diana dan memohon doa seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendoakan anaknya semoga lekas di beri kesembuhan oleh Allah swt, amin.

Sekian ulasan menggenai Ananda Diana (2 bulan)  pengidap penyakit hidrosefalus asal Montong. Semoga tulisan ini bermanfaat serta dapat menjadi motivasi dan Jika ada kata dalam penulisan yang kurang pas maupun  kurang berkenan di hati pembaca saya Reyvan sebagai penulis memmohon maaf. Salam (Reyvan Blogger Tuban).

2 thoughts on “Kisah Diana Balita Cantik Penderita Hidrosefalus Asal Montong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *